Baturaja, 24 Juni 2026

Civitas academica Poltekkes Kemenkes Palembang kembali membuktikan bahwa mahasiswanya tidak hanya dicetak untuk andal di ranah klinis, tetapi juga mampu mendominasi panggung prestasi luar. Kali ini, sorot lampu keberhasilan mengarah pada Anugrah Abdillah Pasha, mahasiswa tingkat 1 Program Studi D-III Keperawatan Baturaja, yang sukses memboyong serangkaian penghargaan gemilang dari tingkat kota hingga nasional sepanjang musim kompetisi 2025–2026.

Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa keperawatan ini berhasil menyeimbangkan ketajaman akademis dan ketangkasan fisik melalui torehan prestasi berikut:
1. Medali Perunggu pada Kompetisi Sains Akademik Nasional (KSAN) 2025 Bidang Sejarah tingkat mahasiswa yang diselenggarakan secara daring berpusat di Yogyakarta pada 14 Desember 2025.
2. Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Macan Lindungan Cup I Se-Kota Palembang, Kategori Prestasi Remaja dan Dewasa yang diselenggarkan di Padepokan Pencak Silat Macan Lindungan, Palembang pada 15–18 Januari 2026.
3. Medali Emas pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI Sumatera Selatan Cup III Tingkat Nasional yang diselenggarakan di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang pada 12–15 Februari 2026.
4. Medali Perak pada Kejuaraan Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026 yang diselenggarakan di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 4–5 April 2026.

Lompatan prestasi ini tentu tidak lahir di ruang hampa. Di balik kilau medali tersebut, ada ekosistem pendukung yang solid, mulai dari peran aktif sesama rekan mahasiswa hingga sokongan penuh dari jajaran dosen serta Civitas academica Poltekkes Kemenkes Palembang. Geografi perjuangan Anugrah pun terbentang luas, mulai dari arena lokal di Palembang, hingga panggung kompetisi ketat di Yogyakarta.

Pencapaian lintas disiplin ini menjadi sebuah preseden penting. Anugrah berhasil mendobrak stigma dan membuktikan bahwa seorang calon perawat mampu bertransformasi menjadi atlet tangguh tanpa kehilangan fokus akademiknya. Menguasai teori sejarah sekaligus mengunci lawan di gelanggang pencak silat membutuhkan manajemen waktu yang presisi, kedisiplinan tingkat tinggi, serta komitmen baja untuk membagi porsi antara tugas perkuliahan keperawatan yang padat dan jadwal latihan fisik yang menguras energi.

Semangat juang yang menyala-nyala inilah yang akhirnya menjadi kunci utama bagi Anugrah dalam mengharumkan nama Poltekkes Kemenkes Palembang di kancah nasional.Keberhasilan luar biasa ini diharapkan tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, melainkan mampu menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Langkah Anugrah adalah bukti hidup bahwa batasan potensi diri ada untuk ditembus, baik di jalur akademik maupun nonakademik, demi terus melambungkan nama baik institusi ke tingkat yang lebih tinggi.

Reported by: Fanya Rahmanazila Ramadhani (Mahasiswa Tingkat 1)

Leave a Comment